Thursday, 23 June 2016
[Obrolan Dapur] Diet Kantong Plastik, Sebuah Pengamatan
Monday, 29 February 2016
[Obrolan Dapur] Diet Kantong Plastik
Untuk belanja bulanan, terkadang saya bawa kantong belanja sendiri, cuman sering lupanya daripada inget :p
Ada beberapa pengalaman yang berhubungan dengan belanja dan kantong plastik. Setiap kali belanja di minimarket (baik inisial A maupun I) kasir (hampir) selalu bertanya apakah saya mau kantong plastik atau tidak, bahkan jauh sebelum program ini dilaksanakan. Dilain pihak, ketika saya belanja bulanan di supermarket/ hypermarket saya jarang ditanya apakah mau pakai kantong plastik atau tidak, bahkan setelah program #DietKantongPlastik ini dijalankan.
Hari Minggu kemarin saya berbelanja di supermarket berinisial C, dari rumah saya sudah menyiapkan tas belanjaan. Singkat cerita, mengambil berbagai belanjaan yang saya perlukan, kemudian antri di kasir. Begitu keranjang belanjaan saya letakkan di meja kasir, petugas langsung mengambil kantong plastik dari tempatnya.
"Nggak usah mas, pakai ini saja." Kata saya sambil mengeluarkan tas belanjaan.
Petugas sambil tersenyum menerima tas belanja saya. Rupanya dia belum terbiasa dengan model tas belanjaan yang saya bawa, sehingga agak-agak kesulitan untuk menata belanjaannya. Akhirnya daripada kelamaan saya bantuin untuk menata. Berhubung belanjaan saya terdiri dari produk makanan kering dan makanan, maka produk non makanan dulu yang di proses dan di tata. Begitu giliran produk makanan, petugas berkata.
"Yang ini dimasukin kantong plastik aja ya pak?"
"Nggak usah, masih cukup koq." Kata saya.
Memang benar, masih cukup banyak ruang di tas belanjaan yang saya bawa, lagian produk makanan kering yang sudah terkemas plastik kemasan, saya rasa tidak perlu dibungkus ulang dengan kantong plastik.
Saya rasa petugas juga tidak sepenuhnya salah, sudah ketentuan dari perusahaan untuk memberikan "pelayanan maksimal" kepada pelanggan, dari dulu saya perhatikan belanja di supermarket manapun, jika belanjaannya terdiri dari produk makanan dan non makanan maka dipisahkan dalam dua kantong plastik yang berbeda. Lagi pula kantong plastik berlogo perusahaan, sehingga menjadi sarana promosi bagi supermarket bersangkutan.
Menurut hemat saya, saatnya kita untuk berubah, baik pembeli maupun penjual. Saya lihat kemarin masih ada beberapa pembeli yang tidak membawa tas belanjaan sendiri, walaupun belanja kurang dari 5 jenis tetap menggunakan kantong plastik dari supermarket yang bersangkutan. Sedangkan dari sisi penjual (terutama petugas kasir) harus menawari pelanggan mau menggunakan kantong plastik atau tidak sekaligus memberi tahu kalau penggunaan kantong plastik dari supermarket dikenakan biaya tambahan, sebagai edukasi terhadap pembeli. Dan... Rasanya harga kantong plastik perlu dinaikkan deh, kalau cuman Rp 2.00,- bakal banyak yang bakal menyepelekan.
Note to self: Ntar kalau belanja bulanan paling enggak bawa 2 tas belanjaan, satu buat produk makanan, satu lagi buat non makanan.
Friday, 26 February 2016
[Review] Tong Tji Tea Bar, Bukan Sekedar Teh
Wednesday, 24 February 2016
[Resep] Samoosa ala Pawon Ndeso
BAHAN-BAHAN
200 gr daging ayam giling
2 buah wortel
200 gr daun kucai (daun bawang)
1 bungkus kulit lumpia isi 50 buah
![]() |
| Bahan isian |
BUMBU
1/2 buah bawang bombay
4 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
Garam dan merica secukupnya
Minyak goreng untuk menumis dan menggoreng secukupnya.
CARA MEMBUAT
- Cincang bawang merah, bawang putih dan bawang bombay
- Potong dadu wortel
- Iris tipis daun kucai.
- Panaskan 1 sendok sayur minyak goreng, tumis bawang putih, bawang merah dan bawang bombay sampai harum, masukkan wortel cincang, tumis sampai layu.
- Tambahkan daging ayam, aduk-aduk agar ayam tidak menyatu, masak sampai ayam berubah warna
- Tambahkan daun kucai, kecap dan saus tiram, aduk rata masak sampai air (kaldu dari daging ayam) berkurang.
- Setelah air menyusut, tambahkan garam dan merica, aduk cepat, angkat, dinginkan.
- Ambil selembar kulit lumpia, isi dengan tumisan daging dan lipat segitiga (cara melipat seperti pada gambar). Lakukan sampai semua adonan habis.
- Panaskan minyak secukupnya, goreng sampai kuning keemasan, angkat, tiriskan. Hidangkan dengan cocolan sambal.
- Isian bisa dikreasikan sesuai dengan keinginan, begitu juga dengan bumbunya.
- Untuk teknik pelipatan bisa di lihat di laman FB Pawon Ndeso. Jika kesulitan dalam pelipatan, gunakan teknik lama, melipat dalam bentuk amplop.
- Bila tidak langsung dikonsumsi, masukkan kedalam wadah kedap udara, simpan di dalam freezer. Tahan sampai 2 bulan.
Semoga meninspirasi dan selamat mencoba.
Saturday, 31 October 2015
[Tips] Cara Tradisional Mengatasi Sariawan
Air rebusan daun sirih berfungsi sebagai anti septik yang membantu mengurangi kuman/bakteri yang ada di mulut. Yang perlu diperhatikan adalah kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Walaupun terasa tidak nyaman dan bahkan terasa sakit. Selama sariawan kita tetap harus menggosok gigi secara teratur, minimal 2 kali sehari.
Air rebusan daun sirih juga bisa diminum seperti halnya minum teh, selama tahan dengan rasa pahitnya :D
Selamat mencoba
Friday, 3 April 2015
[Resep] Kue Pukis Warna Warni
Kue Pukis merupakan kue tradisional yang dapat dengan mudah di berbagai tempat. Harganya pun juga tidak mahal. Di kota Solo satu bungkus kue pukis berisi 10 buah dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp. 3.000,-
Namun demikian, tidak ada salahnya kalau kita membuat kue pukis sendiri, selain kita bisa mengontrol kualitas bahan, membuat kreasi rasa sesuai selera kita dan juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga saat liburan. Berikut resepnya
BAHAN-BAHAN
500 gr terigu protein tinggi
1 sdt soda kue
1/2 sdt garam
150 gr garam
2 sdm bubuk cokelat
750 ml santan/susu
4 butir telur ayam ukuran sedang
250 gr mentega/butter yang di lelehkan
Seujung sendok teh pasta pandan dan pasta stroberi
CARA MEMBUAT:
1. Campur dan aduk rata semua bahan kering kecuali cokelat bubuk (terigu, gula, garam dan baking soda).
2. Tuangkan susu/santan sambil aduk perlahan
4. Tambahkan telur satu per satu sambil terus diaduk.
5. Terakhir masukkan mentega/butter yang sudah di lelehkan. Aduk terus sampai kalis.
6. Bagi adonan menjadi 3 bagian, satu bagian dicampur dengan pasta pandan, satu bagian dengan pasta stroberi dan yang terakhir dengan cokelat bubuk. Tambahkan sedikit air pada adonan cokelat jika terlalu kental.
7. Diamkan adonan selama ± 30 menit sampai mengembang/berbusa.
8. Panaskan cetakan kue pukis diatas api kecil, oleskan minyak goreng/mentega.
9. Setelah panas masukkan adonan sampai 3/4 bagian, tutup, masak selama ± 5 menit.
10. Setelah matang, angkat kue dari cetakan dengan sendok kecil. Kue pukis siap dihidangkan.
Tuesday, 24 March 2015
[Resep] Pisang Goreng Hijau
Pisang goreng adalah salah satu camilan favorit di keluarga kami, terlebih saat pohon pisang berbuah seperti saat ini, rasanya tiada hari tanpa pisang goreng.
Untuk menghindari kebosanan terhadap pisang goreng, saya sedikit melakun memodifikasi. Dan hasilnya selain penampilannya lebih menarik, rasanya juga lebih enak. Berikut resep dan cara membuatnya
BAHAN-BAHAN
1 sisir pisang, kupas, belah 2 jangan sampai putus
150 gr terigu protein rendah
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
Susu secukupnya
1/4 sdt pasta pandan
Minyak untuk menggoreng
CARA MEMBUAT
1. Campur terigu, gula, garam, pasta pandan dan susu, aduk rata sampai adonan kalis
2. Panaskan minyak goreng diatas wajan dengan api sedang
3. Celupkan pisang kedalam adonan tepung
4. Masukkan kedalam minyak, goreng sampai matang kecoklatan
5. Lakukan sampai semua pisang habis
6. Angkat, tiriskan
7. Pisang goreng siap disajikan sebagai teman minum teh


8:52 pm
Djaw!








