
Ketika saya pertama kali ke warung pempek ini, saya sempat ngobrol dengan pemiliknya dan istrinya (yang asli orang Palembang), sayangnya saat itu pempek yang saya inginkan (pempek kulit) sedang habis. Kali kedua saya datang kesana, sayangnya tidak bertemu dengan suami istri tersebut, namun dilayan oleh pelayannya. Dan untungnya pempek kulit yang saya inginkan masih ada. ...